Breaking News:

Diupah Rp 300 Ribu Ambil Paket Ganja, Pemuda Bima Terancam Hukuman Mati  

Masyarakat harus ekstra hati-hati bila diminta mengambil paket tidak jelas dengan upah besar.

Penulis: Sirtupillaili | Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Masyarakat harus ekstra hati-hati bila diminta mengambil paket tidak jelas dengan upah besar.

Bisa jadi paket tersebut merupakan barang haram berupa narkotika.

”Apabila kita diminta tolong mengambil paket tidak jelas isinya, apalagi diiming-imingi uang cukup banyak, kita harus curiga,” imbuh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Brigjen Pol Gede Sugianyar Dwi Putra, dalam keterangan pers, Senin (21/12/2020).

Sebagian besar narkoba diedarkan melalui jasa pengiriman barang dengan berbagai modus.

Sehingga masyarakat wajib berhati-hati.  

Seperti kasus yang menimpa pemuda berinisial AS (35), warga Dusun Tolo, Desa Teke, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima.

AS ditangkap petugas BNN, saat mengambil paket kiriman di kantor jasa ekspedisi, Jalan Datuk Dibanta, Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Senin (14/12/2020), pukul 19.00 Wita.

Tidak tanggung-tanggung paket berisi narkotika golongan 1 jenis ganja seberat 4 kilogram.

Ganja kering siap edar tersebut dikemas dalam 4 bungkus plastik hitam berisi batang daun dan biji kering.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved