Breaking News:

Keindahan Pantai Pink Terancam Akibat Parahnya Kerusakan Hutan Sekaroh Lombok Timur

Pohon-pohon hutan Sekaroh ditebang, dibakar, dan diracuni untuk ditanami jagung, ketika musim hujan, terjadi abarasi di sepanjang bukit pantai Pink

Penulis: Sirtupillaili | Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Dok. Walhi NTB
GUNDUL: Kondisi hutan Sekaroh, Lombok Timur yang gundul dan mulai dibangun menjadi permukiman warga. 

Kondisi itu diperparah pengkaplingan kawasan hutan jadi hak milik.

”Keindahan alamnya itu terganggu,” katanya.

Banyaknya izin diterbitkan pemerintah di dalam kawasan juga berpengaruh terhadap rusaknya hutan.

”Ada HKm (hutan kemasyarakatan) di dalam kawasan ini tetapi tidak sebagaimana HKm seharusnya dikelola,” ujarnya.

Kondisi hutan Sekaroh, Lombok Timur yang gundul dan mulai dibangun menjadi permukiman warga
Kondisi hutan Sekaroh, Lombok Timur yang gundul dan mulai dibangun menjadi permukiman warga (Dok. Walhi NTB)

Di dalam HKm, tanaman inti tidak boleh ditebang, masyarakat hanya memanfaatkan lahan-lahan di sela-sela pohon.

Upaya penghijauan dilakukan, namun pohon yang ditanam dicabut lagi.

Warga dibiarkan berladang dan melepas kerbau di sana.

Sehingga fungsi ekologis hutan Sekaroh sekarang sangat lemah.

Baca juga: 280.941 Hektare Hutan di NTB Kritis, 96 Ribu Hektare Gundul Bak Lapangan Bola

”Abrasi terjadi di mana-mana,” katanya.

Dengan kondisi yang sangat parah itu, Walhi NTB menilai ada pembiaran dalam kerusakan hutan Sekaroh.

”Negara tidak hadir di kawasaan hutan Sekaroh untuk menjalankan fungsinya mengatur tata kelola kawasan,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah serius menjaga kelestarian hutan Sekaroh jika ingin kawasan tersebut tetap lestari.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved