Breaking News:

Bos Resto dan Karyawan Bikin Hoax tentang Perampokan di NTB, Minta Maaf Setelah Ceritanya Viral

Cerita viral tentang perampokan dan pembegalan di Jalan dr Soedjono, Lingkar Selatan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) ternyata bohong.

Penulis: Sirtupillaili
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Dok. Polresta Mataram
KETENANGAN PERS: Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa (tengah) bersama NN dan HM, dalam keterangan pers, di markas Polresta Mataram, Selasa (15/12/2020).  

Tanpa berpikir panjang, informasi tersebut langsung disebar di Group WhatsApp.

HM tidak menyangka pesan yang dia tuliskan bisa viral.

Padahal dia sama sekali tidak punya niat untuk membuat berita bohong.

"Ternyata yang saya tulis itu bukan kejadian sebenarnya. Saya minta maaf yang sebesar-besarya kepada seluruh warga Kota Mataram," katanya.

Ia mengakui kesalahannya karena kurang hati-hati memilah informasi.

"Saya minta maaf,’’ katanya di depan petugas kepolisian, saat keterangan pers.

Korban NN juga mengutarakan pendapat yang sama.

Dia mengaku beralasan dibegal dan kehilangan motor serta handphone agar pemilik restoran tempatnya bekerja tidak berpikir dirinya keluyuran.

Dia pun mengarang cerita sudah dirampok dan dibegal.

"Saya tidak kenal orang yang mengambil motor dan tas saya itu. Saya minta maaf kepada warga Kota Mataram," katanya.

Keterangan sebenarnya sudah ia sampaikan kepada kepolisian.

"Saya mengaku salah,’’ tandasnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved