Breaking News:

Kakek di Bima Rudapaksa Dua Bocah, Korban Awalnya Mencari Mangga di Kebun

Keduanya menjadi sasaran nafsu bejat seorang kakek berinisial HM, 70 tahun, warga Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima.

net/stomp
Ilustrasi rudapaksa 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, BIMA - Kekerasan seksual terhadap anak kembali terjadi di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kekerasan tersebut menimpa Melati dan Mawar (nama samaran), masing-masing berusia 13 tahun.

Keduanya menjadi sasaran nafsu bejat seorang kakek berinisial HM, 70 tahun, warga Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima.

"Dua anak di bawah umur ini diperkosa pria berusia 70 tahun dalam satu gubuk tanggal 12 November tahun 2020," ungkap Kepala Satuan Reskrim Polres Bima Kota Iptu Hilmi M Prayugo, Sabtu (5/12/2020).

Baca juga: Pengakuan Pembunuh Wanita di Lombok Tengah, Disuruh Minum Racun agar Bayi Tewas

Lokasi kejadian di So Sarae, Desa Sarae Ruma, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima.

"Saat itu korban pergi ke kebun untuk memetik buah mangga," tuturnya.

Karena merasa kehausan, dua anak tersebut mendatangi pondok gubuk milik HM di kebun.

“Setelah memberi air, terduga pelaku memberikan uang Rp 2 ribu ke masing-masing korban,” ungkapnya, Sabtu (5/12).

Kemudian, HM langsung menutup pintu pondoknya.

Ia lalu memaksa kedua korban berbaring dan membuka celana secara paksa.

Pelaku lalu merudapaksa korban secara bergiliran.

“Saat itu HM mengancam memukul korban jika para korban berteriak,” jelasnya.

Setelah dirudapaksa kedua korban pun langsung pulang karena ketakutan.

Mereka sampai di rumah dalam kondisi menangis.

Para korban melaporkan kejadian itu kepada orang tua masing-masing.

Baca juga: Setelah Bunuh Korban di Pondasi Rumah, Pelaku Kirim SMS Palsu ke Keluarga di Kateng Lombok Tengah

Mendengar cerita korban, orang tua langsung melaporkan kejadian ke Polres Bima Kota.

"Kini kasus tersebut dalam penyelidikan unit PPA Sat Reskrim,” terangnya.

Kakek HM saat ini dalam proses pencarian tim kepolisian.

(*) 

Penulis: Sirtupillaili
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved