Breaking News:

Bagaimana Peran Indonesia di Kancah Perekonomian ASEAN? Kunci Jawaban Tema 5 Hal 3 - 14 Kelas 6 SD

Kunci jawaban Buku Tematik Tema 5 Kelas 6 SD/MI Pembelajaran 1 Subtema 1 tentang Kerja Keras Berbuah Kesuksesan halaman 3, 4, 5, 8, 12, 13 dan 14.

Buku Tematik Kelas 6 SD Tema 5
Kunci jawaban Tematik Tema 5 Kelas 6 SD Pembelajaran 1 Subtema 1 halaman 3 - 14. Bagaimana peranan dan posisi Indonesia dalam kancah perekonomian ASEAN? 

Hari ini merupakan hari yang penting bagi Udin, Edo, Beni, Siti, Dayu, Lani, dan teman sekelasnya. Mereka akan berkunjung ke pameran budaya ASEAN yang diselenggarakan oleh Sekretariat ASEAN yang terletak di Jakarta. Wah, tidak sabar rasanya Udin dan teman-teman ingin sampai di sana. Kebetulan saat ini mereka juga sedang belajar mengenai negara-negara tetangga. Mereka ingin sekali melihat bukti dari yang mereka pelajari.

Sesampai di arena pameran, Udin dan teman-temannya dibagi menjadi beberapa kelompok. Pameran diikuti oleh sepuluh negara anggota ASEAN. Masing-masing anjungan tampil menarik dengan ciri khas tiap negara. Anjungan Indonesia tampil dengan ciri khas rumah Toraja yang unik dan menarik.

Terdapat juga anjungan khusus yang dikelola oleh sekretariat ASEAN. Udin menghabiskan banyak waktu di anjungan ini. Anjungan ini menampilkan berbagai informasi tentang peranan ASEAN dalam megembangkan wirausaha kecil. Anjungan ini juga menampilkan berbagai produk wirausaha dari tiap negara. Berbagai produk kreatif ada di sana. Ada jaket kulit dari pengrajin negara Indonesia, ada manisan buah Thailand dalam kemasan kaleng, ada alat penyeduh kopi klasik Vietnam, serta ada pula aplikasi agribisnis yang dikembangkan oleh pemuda Indonesia untuk menghubungkan petani dan konsumen.

Edo terkesan dengan berbagai makanan khas. Memang, Edo selalu tertarik dengan makanan dari berbagai daerah. Ada singkong santan khas Thailand, ada Pho dari Vietnam, ada Larb dari Laos, dan masih banyak makanan lain yang namanya pun baru Edo ketahui. Makanan khas tiap negara menunjukkan ciri khas sumber daya alamnya.

Beni tertarik dengan anjungan Negara Brunei yang menampilkan Wayang Asik khas negaranya. Wayang ini populer sekitar tahun 1960-an di Kampung Ayer, di tepi Sungai Brunei. Saat ini, Brunei berusaha mengembangkan kembali minat masyarakatnya untuk mempelajari Wayang Asik karena popularitasnya mulai turun sejak masuknya berbagai budaya asing. Hal yang menarik bagi Beni adalah melihat inovasi yang dilakukan anjungan Brunei untuk memperkenalkan Wayang Asik. Berbeda dengan wayang Indonesia, yang menampilkan sosok legendaris dunia pewayangan, Wayang Asik ini menampilkan sosok tokoh manusia dalam bentuk kecil. Tinggi wayang hanya sekitar delapan hingga sepuluh cm. Wayang ini dibuat dari kertas tebal dengan pegangan dari kayu.

Udin dan teman-teman juga mengikuti aneka lomba yang diadakan oleh beberapa anjungan. Sebelum mengikuti lomba, mereka harus mengisi formulir pendaftaran. Hadiahnya? Tentu saja cendera mata khas dari negara tersebut.

Menyaksikan pameran budaya ASEAN memberi Udin dan teman-teman pengalaman belajar yang berharga. Kini pengetahuan mereka semakin kaya. Pengetahuan dari penjelasan guru, dari buku yang dibaca, serta menyaksikan langsung ragam karya dan budaya yang ditampilkan tiap negara ASEAN.

Jawaban pertanyaan di halaman 3 dan 4

- Mengapa hari ini merupakan hari yang penting bagi Udin dan kawan-kawan?

Jawaban:

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved