Breaking News:

Aset Gili Trawangan 'Ditelantarkan' Selama 25 Tahun, Pemprov NTB Tunggu Hasil Kajian Kejaksaan 

Aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) seluas 65 hektare di Gili Trawangan ditelantarkan hampir 25 tahun

Dok. Diskominfotik NTB
Kawasan wisata di Gili Trawangan, di Kabupaten Lombok Utara. 

"Kejaksaan nanti akan melakukan investigasi, penyelidikan," jelasnya. 

Apa pun hasil kajian kejaksaan akan dilaporkan ke gubernur selaku pemberi kuasa. 

"Kesimpulannya kita tunggu dari kejaksaan," katanya. 

Rekomendasi tim Kejati NTB akan dilaksanakan Pemprov NTB

"Kita harapkan yang terbaik untuk pemprov dan masyarakat, terbaik bagi semuanya," ujar Ruslan. 

PT GTI selaku pemegang hak pengelolaan belum pernah memberikan keterangan kepada media. 

Kantor perusahaan ini pun sulit ditemui untuk klarifikasi.

Namun dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi NTB terungkap, perusahaan itu masih menyetor royalti Rp 22,5 juta ke kas daerah. 

Baca juga: Kawasan Tiga Gili Dinobatkan Sebagai Smart Electric Islands

Perusahaan mengaku ke pemerintah belum bisa membangun karena lahan dikuasai warga. 

Setiap kali disomasi Pemprov NTB, PT GTI selalu meminta lahan yang telah jadi hotel, restoran, sekolah, dan masjid itu dikosongkan.

Permintaan itu sulit dipenuhi pemerintah daerah. 

(*)

Penulis: Sirtupillaili
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved