Breaking News:

Apa Dampaknya Berbohong pada Anak Meski Berdalih demi Kebaikan?

Apakah baik atau tidak berbohong pada anak, dengan dalih demi kebaikan? Seperti 'nasimu akan menangis jika tak habiskan makan'

Editor: wulanndari
FREEPIK
Apakah baik atau tidak berbohong pada anak, dengan dalih demi kebaikan? Seperti 'nasimu akan menangis jika tak habiskan makan' 

Para peserta mengisi kuesioner tentang kebohongan orangtua, keterikatan orangtua-anak, dan hubungannya dengan kecemasan.

Baca juga: Waspada! Pengedar Tramadol Sasar Remaja dan Anak-anak, Apa Dampaknya?

Dari survei ditemukan, mengasuh anak dengan kebohongan, biar pun dimaksudkan untuk kebaikan, terkait dengan timbulnya kecemasan.

Penulis utama penelitian Liu Meiting mengatakan, "Studi kami menemukan white lies dapat memiliki efek merusak pada remaja, terutama perempuan."

"Orang tua sering kali memiliki niat baik ketika mereka mengatakan kebohongan putih, tetapi bagi anak-anak kebohongan menciptakan ketidakpastian dan kemudian kecemasan," tambahnya seperti dikutip Daily Mail.

Anak yang mendapati orangtuanya berbohong menjadi tidak yakin apakah harus mempercayai setiap ucapan yang disampaikan oleh orangtua atau orang lain.

"Seringkali menghadapi ketidakpastian seperti itu, anak-anak mungkin akan kesulitan memahami informasi di sekitarnya," kata Meiting.

Penelitian itu menegaskan hubungan yang baik antara orang tua dengan anak sangat penting demi perkembangan anak ke depannya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Bohongi Anak Walau demi Kebaikan, tetap Berdampak Negatif

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved