Breaking News:

Pedoman Lengkap New Normal dari Mendagri untuk Menggelar Pernikahan, Konser, Olahraga hingga Ibadah

Berikut pedoman lengkap dari Mendagri soal menggelar pernikahan, konser, olahraga hingga ibadah

Tribunnews/JEPRIMA
Aktivitas warga saat pulang kerja di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2020). Pemprov DKI Jakarta resmi menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ibukota DKI Jakarta untuk memutus mata rantai virus corona atau Covid-19 pada Jumat (10/4) setelah disetujui oleh Menteri Kesehatan Terawan, PSBB berlaku selama 14 hari sesuai surat keputusan Kementerian Kesehatan dan bisa diperpanjang melihat situasi dan kondisi. Tribunnews/Jeprima 

Sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata Wiku, setiap negara perlu menetapkan indikator kesehatan masyarakat.

Hal ini diperlukan untuk menentukan apakah suatu daerah siap menerapkan new normal.

"Dalam menentukan suatu keadaan suatu daerah, kita perlu mengetahui tentang kondisinya."

"Dan seperti rekomendasi dari WHO, setiap negara perlu menetapkan sebuah indikator kesehatan masyarakat, untuk menentukan apakah daerah itu siap untuk melakukan kegiatan aktivitas sosial ekonomi berikutnya," jelas Wiku.

Wiku Adisasmito pun menjelaskan, indikator kesehatan masyarakat ini nantinya akan berlaku untuk semua daerah.

Namun, gambarannya berbeda-beda.

Wiku membeberkan tiga indikator kesehatan masyarakat yang harus dipenuhi setiap daerah jika ingin memberlakukan new normal.

"Jadi kalau yang kita lihat sebenarnya yang kita nilai adalah tiga aspek utama dari kesehatan masyarakat."

"Pertama adalah gambaran epidemiologi, yang kedua dari surveilans kesehatan masyarakat, dan yang ketiga dari pelayanan kesehatannya," tuturnya.

Berikut penjelasan tiga indikator kesehatan masyarakat yang disebutkan Wiku Adisasmito:

1. Epidemiologi

- Penurunan jumlah kasus positif selama dua minggu sejak puncak terakhir (target kurang lebih 50%).

- Penurunan jumlah kasus probable (ODP+PDP) selama dua minggu sejak puncak terakhir (target kurang lebih 50%).

- Penurunan jumlah meninggal dari kasus positif.

- Penurunan jumlah meninggal dari kasus probable.

- Penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS.

- Penurunan jumlah kasus probable yang dirawat di RS.

- Kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif.

- Kenaikan jumlah selesai pemantauan dari probable.

2. Surveilans Kesehatan Masyarakat

- Jumlah pemeriksaan spesimen meningkat selama dua minggu.

- Positivity rate kurang dari 5% (dari seluruh sampel yang positif hanya 5%).

- Penurunan mobilitas penduduk.

- Pelaksanaan contact tracing dari setiap kasus positif.

3. Pelayanan Kesehatan

- Ketersediaan ruang isolasi/tempat tidur untuk setiap kasus baru di RS.

- Jumlah APD terpenuhi untuk tenaga kesehatan di RS.

- Ketersediaan/kecukupan ventilator di RS untuk menangani kasus Covid-19 berat (asumsi 1% kasus positif).

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pedoman New Normal Mendagri untuk Pernikahan, Olahraga, Konser, Ibadah: Harus Ada Penerbitan Izin

Editor: Anugerah Tesa
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved