Breaking News:

Penangan Covid-19 di NTB Makin Terkontrol, Pemprov Perketat Upaya Penerapan Protokol Pencegahan

Penanganan Covid-19 di NTB terbaik kedua setelah Bali, Pemprov perketat upaya penerapan protokol pencegahan

diskominfotik.ntbprov.go.id
Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., dalam diskusi virtual penanganan Covid-19 Indonesia Bagian Timur bersama Deputi V Kepala Staf Kepresidenan, Jaleswari Pramodhawardani, dan perwakilan seluruh Provinsi Indonesia Bagian Timur, di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, (15/5/2020) 

TRIBUNLOMBOK.COM - Tingkat kesembuhan yang terus melampui kasus positif ini maka pandemi Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Barat semakin terkontrol.

Saat ini penanganan Covid-19 di NTB terbaik kedua setelah Bali.

Hal ini berdasarkan data per tanggal 14 Mei 2020, laju fatalitas kasus indeks di NTB sebesar 1,97% dengan laju kesembuhan kasus indeks mencapai 51,4% dari 356 total kasus.

Bahkan, pada Kamis (14/5/2020) capaian sembuh menjadi capaian yang tertinggi dari update per harinya, yakni sebanyak 33 orang sembuh baru.

Dilansir dari laman diskominfotik.ntbprov.go.id, Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., melaksanakan diskusi virtual penanganan Covid-19 Indonesia Bagian Timur bersama Deputi V Kepala Staf Kepresidenan, Jaleswari Pramodhawardani, dan perwakilan seluruh Provinsi Indonesia Bagian Timur, di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, (15/5/2020).

Ummi Rohmi menjelaskan bahwa meski semakin terkontrol, Pemprov NTB terus berupaya memperketat kedisiplinan masyarakat untuk menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

Bekerjasama dengan TNI dan Polri, beberapa langkah yang dilakukan diantaranya terus melakukan sosialisasi dan edukasi pentingnya disiplin dalam penerapan protokol pencegahan Covid-19 dalam keseharian masyarakat, termasuk juga pembagian masker gratis.

Selain itu, ditingkat pemerintah kabupaten/kota menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Lingkungan (PSBL) dan Pembatasan Sosial Berskala Dusun (PSBD) sejak 6 Mei yang lalu sebagai langkah bersama pencegahan Covid-19.

“Masyarakat di NTB mau tidak mau harus hidup berdampingan dengan virus corona sehingga harus bisa berdamai. Dalam artian, bisa hidup dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19 sampai vaksin bisa ditemukan,” jelas Ummi Rohmi,

Selain dalam hal penanganan, Ummi Rohmi juga menjelaskan JPS Gemilang sebagai upaya meminimalkan dampak sosial ekonomi masyarakat akibat Covid-19.

Halaman
12
Editor: Anugerah Tesa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved