Breaking News:

Virus Corona

Wagub NTB Minta Warga Tak Ragukan Panduan Ibadah Ramadan saat Pandemi Covid-19

Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalilah Nusa Tenggara Barat (NTB)berpesan agar umat patuh pedoman Kemenag dan MUI soal ibadah di tengah pandemi corona

freepic
Ilustrasi- Virus Corona jenis baru (Covid-19) telah dinyatakan sebagai Pandemi global. 

TRIBUNNEWS.COM, MATARAM - "Jadi, ngapain lagi kita ragukan fatwa dan ketetapanya itu. Ingat, Covid-19 ini adalah penyakit menular yang berbahaya."

Itulah pesan Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalilah Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri bagi umat Islam di NTB dalam situasi Pandemi Covid-19.

Wagub NTB meminta warga memathui panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri di tengah wabah Covid-19 yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Update Corona 22 April 2020: 2,5 Juta Kasus di Seluruh Dunia, Indonesia Peringkat 36

Rohmi menegaskan, panduan ibadah yang diterbitkan oleh MUI dan pemerintah melalui Kemenag itu berpatokan pada kesepakatan seluruh ulama Islam di seluruh dunia.

Hal ini dimaksudkan untuk menjaga keselamatan umat Islam dari wabah pandemi Covid-19.

Data terbaru dari Pemerintah Kota Mataram per 21 April 2020 jumlah kasus positif Corona di Ibukota NTB itu sebanyak 43 orang.

Dari jumlah itu terdapat 37 orang dalam perawatan dan 4 dinyatakan sembuh serta 2 meninggal dunia.

"Jadi, ngapain lagi kita ragukan fatwa dan ketetapanya itu. Ingat, Covid-19 ini adalah penyakit menular yang berbahaya. Makanya, islam menganjurkan selalu hindari yang mudharat dulu baru kita bicara manfaatnya," tegas Wagub menjawab wartawan usai menghadiri sidang paripurna DPRD NTB, Senin (20/4/2020) dikutip situs resmi Pemprov NTB.

Menurut Rohmi, kegalauan masyarakat terkait ibadah Ramadan di masjid sesuai tuntunan agama sangat dipahaminya.

Halaman
123
Editor: Yudie Thirzano
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved